//2018, PANJANG REL KERETA API BARRU-MAROS JADI 47 KM

2018, PANJANG REL KERETA API BARRU-MAROS JADI 47 KM

Kementerian Perhubungan menargetkan kereta api Trans Sulawesi bisa beroperasi mulai akhir 2018 atau awal 2019, minimal sepanjang 24 KM. Hal itu diungkapkan Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi, saat meninjau progress proyek tersebut di Kabupatyen Barru, akhir pecan kemarin.

Menurut Menteri Budi Karya, proyek tersebut baru bisa terlaksana dalam dua tahun ini, dan untuk itu pemerintah menyiapkan anggaran Rp 2 Triliun. Masing-masing Rp 1,6 Triliun tahun ini dan Rp 600 miliar untuk tahun mendatang.

Ia menjelaskan, target menyelesaikan sepanjang 47 KM yang menjangkau Pelabuhan Garongkong, sehingga bisa dimanfaatkan untuk mengangkut material seperti semen. Saat ini, panjang rel kereta api yang sudah jadi mencapai 16 km yang dikerjakn sejak 2014.

“Kita memang mulai proyek ini dengan gunakan fasilitas KA ini untuk logistik. Paling tidak ada tiga pabrik semen di sini. Setelah kita selesaikan bagian ini. Selanjutnya kita selesaikan dengan swasta, istilah teknisnya KPBU (Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha),” urai Budi Karya.

Setelah itu semua, lanjut Budi karya, maka kemudian akan diundang investor bisa dari mana saja. “Mengapa kita lakukan itu? Karena proyek ini memang kita harapkan bisa mendapat income dari mengankut stone batu bara dan mengankut barang jadi,”lanjutnya

Jika income itu tidak bisa memenuhi, lanjut dia, maka pemerintah juga bersiap memberikan semacam public service obligation (PSO) atas capital expenditure (capex) yang ditemukan. Lantaran harapan pemerintah terhadap proyek ini jadi proyek KPBU dan akan visibel. Termasuk bank bisa memberikan bantuan dana.

“Kita ada maksud tertentu membuat proyek ini KPBU, yaitu agar proyek parasarana transportasi tidak hanya di biaya APBM, tapi juga swasta. Kita tau, banyak dana yang di butuhkan, APBM tidak cukup untuk memcover semua, oleh karenanya, satu sisi kita pake swasta, tapi swastanya juga untung. Jadi satu kolaborasi yang baik,”lanjut menteri.

Karenanya, untuk proyek KA tersebut, kata dia, setelah selesaikan 47 km sebagai contoh bahwa pemerintah sudah masuk dulu, sehingga sisanya nanti masuk dari swasta.”hingga saat ini, swasta ada yang mau beberapa, tapi kita memang belum buka tender,” kata Budi karya.

Saat ini sudah tercatat sejumlah BUMN. BUMD, Perusahaan swasta di Sulsel, dan dari luar negeri juga ada dan paling intensif yaitu dari Korea.”Korea sangat intensif. Tetapi untuk dokumen tender belum ada. Kita akan siapkan beberapa bulan kedepan, sehingga Februari 2018 sudah ada dokumen tendernya,” tegas budi karya.

Ia juga menjelaskan, pemerintah sudah menyiapkan materi sistem KPBU yang baru, dengan nilai hingga Rp 5 triliun. Sedangkan dari pemerintah sendiri juga menyiapkan sebesar Rp 4 triliun.

“Maka totalnya mecapai Rp 9 triliun, itu nanti kita selesaikan rel dari Barru – Maros sepanjang 100 km. untuk Makassar – pare – pare masuk tahap berikutnya,” kata budi karya.

Meski demikian budi karya mengakui, jika pembangun awal kereta api Trans Sulawesi memang terkendala anggaran, lataran butuh investasi besar. Sehingga harus hati – hati untuk bisa mendapatkan anggaran.

Sebelumnya, wakil gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’man mengatakan upaya percepatan pembangun rel kereta api ini persoalannya pada alokasi anggaran fisik yang bersumber dari APBN.

Posisi pemprov sendiri hanya menfasilitasi penyedian lahan milik warga, yang masuk dalam jalur proyek strategis nasional tersebut.

Mantan ketua DPRD Sulsel itu menjelaskan sejauh ini persiapan pembebasan lahan sudah sesuai rencana awal, yakni dari jalur Barru ke pare – pare sudah tidak ada masalah,tinggal dibayarkan. Tetapi rencana itu yang tiba – tiba terjadi perubahan, untuk dibalik dari Barru menuju Makassar.

“Bukan masalah lahan, lahannya dari barru – pare pere sesuai rencana awal kan sudah kita siapkan. Tetapi sekarang ada keinginan untuk di balik, dari barru ke Makassar. Jadi menurut saya mestinya kalau barru – pare pare sudah selesai, harusnya uangnya itu di bayar saja dulu. Setelah itu, baru kita bicara barru – Makassar. Promblennya kan disitu,”katanya.

“Memang kalau yang mau itu dikerja dari barru ke Makassar, itu kita kerja lagi dari awal. Padahal yang kita sudah siapkan, sesuai rencana awal dari barru menuju pare – pare,”katanya lagi.

SUMBER : https://dpmptsp.sulselprov.go.id/data1-273-201-data.html

Comments

comments